Buku Nikah, Penjelasan Komplit (Mau Kawin Wajib Baca)

Sebuah pernikahan yang sah (menurut hukum negara) bisa dibuktikan dengan kepemilikan dokumen resmi dari pemerintah, yakni buku nikah.

Dokumen ini sebagai jaminan bahwa laki-laki dan perempuan sudah melaksanakan akad nikah dan menjadi pasangan suami istri yang sah secara hukum dan agama.

Masing-masing pihak akan mendapatkan buku ini dengan ketentuan untuk sang suami warnanya merah, sementara buat si istri berwarna hijau.

Untuk isinya sendiri, baik buku nikah suami ataupun istri sama saja, yaitu memuat: nasehat pernikahan, data diri masing-masing hingga pasal-pasal pernikahan. Untuk lebih detailnya lanjut baca artikel ini ya.

Tentang Buku Nikah

buku nikah
Source: maslahatumat.com

Buku nikah sendiri merupakan dokumen yang dibuat oleh kantor urusan agama atau KUA. Fungsi dari buku ini sebagai alat bukti sah tentang pencatatan perkawinan berdasarkan hukum yang diakui di Indonesia.

Buku ini terdiri dari beberapa halaman berupa:

  • Halaman sampul
  • Nasehat pernikahan
  • Data diri lengkap dari suami dan istri
  • Data wali nikah
  • Pas foto dengan background biru
  • Tempat dan tanggal perkawinan
  • Mahar dan mas kawin yang diberikan suami kepada istri
  • Janji pasangan suami istri berdasarkan ketentuan agama islam dan dibubuhi tanda tangan suami.
  • Pasal-pasal pernikahan
  • kutipan akta nikah, tetapi disobek untuk bukti penerimaan buku nikah.

Ukuran buku ini layaknya buku paspor yakni 14 x 10 cm. Bagian cover buku berwarna merah (untuk suami) dan hijau (untuk istri).Tulisan pada sampul depan menggunakan font biasa dan warnanya kuning keemasan.

Selanjutnya lembaran kertas isi buku nikah cukup tebal dan berwarna kuning muda. Tulisannya menggunakan font arial dan berwarna hitam. Namun, pada bagian data diri suami dan istri, lembaran kertas dilapisi dengan plastik khusus dan hologram agar tidak mudah rusak.

Beda Buku Nikah Istri dan Suami

Buku ini memang dibuat untuk suami dan istri. Keduanya memiliki isi yang sama persis, tetapi hanya berbeda pada warna sampul saja. Untuk suami pada bagian sampulnya berwarna merah, sedangkan untuk istri berwarna hijau tua.

Nomor Buku Nikah

Buku ini juga dilengkapi dengan nomor yang dibuat oleh kementrian agama dan KUA setempat. Nomor buku setiap pasangan pasti berbeda-beda. Fungsi dari nomor ini bisa untuk mengecek keaslian data yang sudah dihubungkan dengan aplikasi Simkah.

Nomor buku ini diletakkan di bagian tengah bawah dengan tulisan timbul. Nomor ini juga dicantumkan di setiap halaman buku. Baik punya suami maupun istri memiliki nomor yang sama.

Beda Buku Nikah dan Akta Nikah

beda buku nikah dan akta nikah

Buku dan akta nikah sering kali dianggap sebagai dokumen yang sama. Meskipun sama-sama menunjukkan bukti perkawinan, tetapi keduanya memiliki perbedaan.

Apa sajakah perbedaannya ? ada 3 perbedaan utama antara buku dan akta nikah, yuk kita cek…

1. Beda Fungsi

  • Buku nikah merupakan bukti hukum yang sah sebuah perkawinan untuk masyarakat yang memeluk agama Islam.
  • Akta nikah difungsikan sebagai alat bukti hukum perkawinan yang sah untuk masyarakat non muslim.

2. Perbedaan Bentuk fisik

  • Bentuk fisik dari buku nikah yakni terdiri dari 4 lembar kertas dan dibendel di bagian tengah.
  • Sedangkan untuk akta nikah berupa lembaran kertas tebal ukuran A4

3. Perbedaan dalam Hal Dibuat dan dikeluarkan oleh

  • Buku nikah dibuat dan dikeluarkan oleh Kantor Urusan Agama (KUA) setempat.
  • Akta nikah dibuat dan disahkan oleh Disdukcapil.

Kalau ditarik kesimpulan, beda buku dan akta nikah hanyalah sekedar bentuk fisik, fungsi dan tempat penerbitannya saja.

Tetapi, yang perlu kalian pahami adalah keduanya menjadi dokumen yang memiliki kekuatan hukum dan diakui oleh negara sebagai bukti legalistas perkawinan yang resmi.

Di dalam buku nikah ada foto pasangan. Foto ini ada ketentuannya, lebih jauh bisa kalian lihat di artikel Ketentuan Foto Nikah: Ukuran, Background dan Warna

Membedakan Ciri Buku Nikah Asli dan Palsu

ciri buku nikah asli atau palsu

Ciri Buku Nikah Asli

  • Memiliki nomor seri yang dibuat dengan pola lubang di bagian tengah bawah dan ada di setiap halaman. (kode khusus yang diterbitkan Kemenag)
  • Sampul dalam buku yang asli memiliki segel abu-abu dengan tambahan logo Kemenag.
  • Plastik laminating di bagian data diri suami dan istri sudah dilengkapi hologram khusus.
  • Terdapat pita security band di balik sampul depan.
  • Setiap halaman buku yang asli, jika kalian terawang akan muncul watermark logo Kemenag dan burung garuda.
  • Adanya garis kuning dan biru di halaman setelah sampul jika terpapar oleh sinar biru.

Ciri Buku Nikah Palsu

  • Ukuran buku nikah palsu cenderung lebih besar dibandingkan versi aslinya
  • Tidak memiliki hologram  Kemenag ketika kalian menerawang secara kasat mata ataupun memakai sinar biru.
  • Warna buku cenderung lebih gelap dan kusam.
  • Tulisan di setiap lembar buku memiliki ukuran yang lebih kecil meskipun jenis font nya sama.
  • Beberapa buku nikah palsu tidak memiliki bagian nasihat untuk kedua mempelai.
  • Jenis kertas yang digunakan pada buku palsu biasanya hanya menggunakan HVS tipis/ sedang, sehingga kadangkala tulisannya terjiplak.
  • Lambang burung garuda yang ada di sampul depan biasanya berwarna emas gelap, sehingga akan sangat tampak ketika disandingkan dengan versi aslinya.
  • Tidak memiliki nomor registrasi atau masih ada nomor registrasinya tetapi lubangnya tidak rapi.

Tips Mengecek Buku Nikah Asli atau Palsu

Cara mengetahui status buku nikah asli atau palsu bisa kalian lakukan dengan mudah dan cepat. Ada 2 cara untuk mengecek keasliannya yakni:

  • Dibawa ke kantor KUA

Cara pertama yang paling umum dilakukan adalah mengecek keasliannya di kantor KUA. Kalian langsung saja mendatangi KUA terdekat dan meminta petugas untuk mengecek kebenaran data yang ada.

  • Cek Online

Dunia yang semakin canggih juga memberikan banyak kemudahan, terlebih dengan adanya aplikasi Simkah yang dibuat oleh Kemenag. Kalian bisa langsung buka website resmi Simkah dan memasukkan nomor buku nikah.

Secara otomatis, sistem dari web menunjukkan data-data dari nomor yang kalian masukkan. Jika palsu, maka data tidak akan muncul dan terdapat tulisan ‘data tidak ditemukan’.

Buku Nikah Hilang atau Rusak, Gimana Cara Mengurusnya ?

buku rusak atau hilang

Mengurus Buku Nikah Hilang dan Biayanya

Ketika punya kalian hilang, jangan langsung panik, tetapi segera urus ke KUA tempat daftar dahulu. Langkah yang harus dilakukan adalah:

  • Membuat surat kehilangan yang diterbitkan oleh kantor kepolisian terdekat.
  • Pengajuan permohonan duplikat buku di nikah di KUA kecamatan sesuai tempat tinggal kalian.
  • Siapkan dan bawa dokumen pelengkap seperti buku catatan pernikahan asli, surat keterangan dari kelurahan/desa yang menyatakan status suami istri, pas foto hingga surat pernyataan dari kalian dan pasangan yang dibubuhi materai 6000.
  • Ajukan semua dokumen yang dibutuhkan dan bawa ke kantor KUA untuk segera diurus.
  • Pihak petugas KUA akan memberikan kabar ketika buku nikah yang baru sudah jadi.
  • Mengambil buku terbaru di KUA.

Kalian tidak perlu khawatir jika mengajukan buku yang baru dengan alasan hilang. Proses pembuatan buku baru di KUA tidak akan dikenakan biaya alias Rp 0,-. Hanya saja, kalian harus membeli materai 6000 dan fotokopi beberapa dokumen pelengkap.

Sebelum kalian di-akad nikah oleh pihak penghulu dari KUA, kalian juga harus menyiapkan surat nikah. Bisa kalian cek di : Begini Cara Mendapatkan Surat Nikah

Pengurusan Buku Nikah Rusak Plus Info Biayanya

  • Datang ke KUA kecamatan sesuai wilayah kalian tinggal.
  • Sampaikan perihal pembuatan buku nikah baru akibat yang lama rusak.
  • Petugas akan memberikan beberapa ketentuan dan meminta buku kalian yang sudah rusak.
  • Mengisi pengajuan permohonan duplikat buku nikah dan dilengkapi beberapa dokumen mulai dari buku catatan perkawinan asli hingga pas foto.
  • Membawa semua dokumen yang dibutuhkan termasuk buku nikah yang rusak.
  • Pihak KUA akan memproses penggantian buku baru dan kalian akan dihubungi jika sudah jadi.
  • Datang lagi ke KUA untuk mengambil buku baru yang sudah jadi.

Jika kalian mengajukan penggantian buku nikah baru akibat rusak, kalian tidak akan dikenai biaya sepeserpun alias gratis. Layanan ini sudah menjadi bagian dari program Kemenag untuk selalu memberikan layanan terbaik bagi masyarakat.

Terbaru, pemerintah mengeluarkan kartu nikah. Apakah bedanya dengan buku nikah ? Apakah kartu nikah mengganti fungsi buku nikah ? info akuratnya kunjungi Fungsi Kartu Nikah dan Cara Mendapatkan

Leave a Comment