Cara Mengurus Pernikahan Siri menjadi Pernikahan Resmi KUA

Pernikahan yang diakui secara hukum adalah yang sudah tercatat secara resmi di KUA atau Pegawai Pencatat Nikah. Pernikahan sah secara agama saja tidak cukup lho di negara hukum seperti Indonesia. Lalu, bagaimana cara mengurus pernikahan siri menjadi pernikahan KUA?

Bagi yang akan menikah, jangan menganggap enteng pengakuan secara hukum. Walau bagaimana pun juga, hal ini akan sangat berpengaruh bagi kepentingan buah hati yang akan lahir nantinya.

Bagi yang sudah terlanjur nikah siri, mengesahkannya secara hukum harus segera dilakukan.

Belum tahu caranya ?

Tenang, artikel ini akan membantu dan menuntun Anda bagaimana cara membuat pernikahan siri Anda bisa menjadi resmi, tercatat di KUA.

Bagaimana Sebuah Pernikahan Dikatakan Sah di Mata Hukum Negara?

Perlu diketahui bahwa setiap perkawinan harus dicatat sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku di tanah air. Tak heran jika itsbat nikah perlu dilakukan sebagai akibat dari pernikahahan yang tidak tercatat.

Bagi yang belum memiliki akta nikah, maka sebaiknya segera urus berbagai perihal terkait itsbat nikah. Nah, itsbat nikah merupakan bentuk permohonan pengesahan nikah yang diajukan ke pengadilan agama. Dengan demikian, pernikahan yang dilakukan akan memiliki kekuatan hukum.

Hal ini senada seperti yang diucapkan Drs. H. Tata Taofiqqurrohman, S.H., M.H. dalam sebuah makalah “Isbat Nikah Hubungannya dengan Nikah Massal”. Disebutkan bahwa permohonan isbat nikah perlu diajukan ke pengadilan agama agar perkawinan dinyatakan sah di mata hukum NKRI.

Selain itu, pencatatan perkawnan diperintahkan kepada PPN/KUA Kecamatan setempat. Pihak tersebut akan memberikan Kutipan Akta Nikah berdasarkan keputusan pengadilan agama terkait pernikahan.

Apa Hubungan Akta Nikah dengan Anak yang Lahir?

Mengadakan itsbat nikah begitu krusial untuk mendapatkan akta nikah yang sah. Lalu, apakah akta nikah akan berpengaruh terhadap anak yang lahir? Tentu saja ada pengaruhnya, inilah yang membuat itsbat nikah penting dilakukan.

Adanya akta nikah akan berpengaruh terhadap proses pengurusan akta kelahiran anak. Hal ini tercantum dalam Pasal 7 ayat (1) KHI yang isinya: “Perkawinan hanya dapat dibuktikan dengan akta nikah yang dibuat oleh pegawai pencatat nikah.

Oleh karena itu, keberadaan akta nikah tidak boleh disepelekan. Terutama bagi yang melaksanakan nikah siri dimana statusnya belum sah di mata hukum. Akta nikah merupakan sebuah jaminan bagi suami dan istri untuk melindungi hak-hak si buah hati.

Misalnya ketika mengurus akta kelahiran anak, warisan, dan lain sebagainya tidak akan bisa dilakukan jika pernikahan si orang tua tidak tercatat secara hukum. Maka segeralah melakukan itsbat nikah sebagai bentuk tanggung jawab orang tua demi anak.

Cara Mengurus Pernikahan Siri Menjadi Resmi

cara mengurus pernikahan siri menjadi resmi kua

Bagi yang ingin mengajukan itsbat nikah, sebainya pahami terlebih dahulu Pasal 7 ayat (3) mengenai pernikahan. Disebutkan dalam pasal tersebut bahwa perkawinan tidak bisa dikatakan sah apabila tanpa akta nikah.

1. Kenali Kondisi yang Mengharuskan Itsbat Nikah

Adapun itsbat nikah bisa diajukan pada Pengadilan Agama berkenaan dengan kondisi sebagai berikut.

  • Adanya perkawinan jika ingin menyelesaikan perceraian
  • Akta nikah hilang
  • Salah satu syarat perkawinan yang diragukan keabsahannya
  • Terjadi perkawinan sebelum berlakunya UU perkawinan.

Pasal 7 ayat (3) E merupakan dasar hukum yang menjadi solusi bagi yang ingin mengetahui cara mengurus pernikahan siri menjadi pernikahan KUA. Hal ini telah dsebutkan dalam “Dasar Hukum Pengajuan Itsbat Nikah Bagi Pasangan Kawin Siri”.

Jadi, itsbat nikah merupakan cara yang harus ditempuh pasangan nikah siri, yaitu pasangan yang menikah sah secara hukum agama saja. Sedangkan untuk mendapatkan pengakuan dari negara, maka perlu dilakukan itsbat nikah.

Dengan demikian pasangan suami dan istri tersebut akan memiliki pernikahan yang berkekuatan hukum. Termasuk untuk anak-anak yang lahir selama pernikahan akan lebih mudah ketika mengurus dokumen-dokumen penting terkait administrasi dan kependudukan.

2. Kenali Persyaratan Itsbat Nikah

Pihak-pihak yang memiliki hak mengajukan permohonan itsbat nikah adalah suami, istri, wali nikah, anak-anak mereka, dan lain-lain. Pada dasarnya, pihak-pihak yang berkepentingan dalam perkawinan tersebut memang bisa mengajukan itsbat nikah.

Meski demikian, diperlukan beberapa syarat yang harus dipenuhi ketika melakukan itsbat nikah untuk pernikahan siri adalah sebagai berikut.

  • Sudah menyerahkan Surat Permohonan Itsbat Nikah pada Kantor Pengadilan Agama di daerahnya.
  • Mengumpulkan surat keterangan dari KUA (Kantor Urusan Agama) yang berisi pernyataan bahwa pernikahan yang dilakukan belum tercatat secara hukum.
  • Surat keterangan dari Kepala Desa/Lurah berupa pernyataan bahwa pemohon sudah menikah namun belum tercatat.
  • Memberikan fotocopy identitas (KTP) pemohon itsbat nikah.
  • Membayar sejumlah biaya perkara yang dibebankan.
  • Dan lain-lain yang ditentukan dalam persidangan oleh hakim.

Berbagai syarat itsbat nikah di atas menunjukkan bahwa hal tersebut masih bisa dilakukan meskipun pernikahan siri sudah berlangsung lama.

Bahkan jika pasangan suami-istri yang nikah siri sudah punya anak, pengajuan itsbat nikah tetap bisa dilakukan.

Melalui ulasan di atas, bisa disimpulkan bahwa langkah besar yang bisa dilakukan orangtua yang nikah siri adalah dengan melakukan itsbat nikah. Pahami kondisi yang mengharuskan itsbat nikah dan ikuti persyaratan yang dibutuhkan dengan benar.

Dan jika masih ragu atau bingung dengan keterangan di atas, langsung saja datangi KUA terdekat, tanyakan ke bagian informasi tentang tata cara bagaimana pengurusan nikah siri menjadi resmi, tercatat di KUA.

Leave a Comment