Khutbah Nikah: Hukum, Bacaan, Do’a dan Contoh Teksnya

Di setiap penyelenggaraan pernikahan umat Islam yang pernah kita jumpai, selalu diiringi oleh khutbah nikah. Tepatnya yaitu sebelum melakukan ijab dan qabul.

Pada praktiknya, khutbah ini biasanya dibacakan langsung oleh petugas KUA. Bahasa yang digunakan ialah Bahasa arab. Tetapi, terkadang ada juga yang melantunkannya dengan Bahasa Indonesia.

Kesakralan khutbah nikah tidak lain sebagai wasiat dan pengingat bagi kedua mempelai. Bahkan, bisa memberikan motivasi bagi para bujang lain yang menyaksikan prosesi ini untuk segera menikah. Atau juga, mengingatkan pasangan lain untuk selalu menjaga keharmonisan rumah tangga mereka.

Lalu, apa sebenarnya hukum dari khutbah tersebut?

Wajib, Sunnah atau Mubah ?

Hukum Khutbah Nikah

Sebagian besar umat Islam di tanah air berpatokan pada Madzhab Imam Syafi’i. Artinya, dalam menjalankan ibadah, poros utamanya menganut pada hukum yang ditunjukkan oleh Imam Asy-Syafi’i Rahimahullah.

Beliau memberikan penjelasan yang mudah untuk dipahami. Tidak terkecuali dalam hal pernikahan. Yakni menggambarkan tentang rukun hingga syarat dan kesunnahan yang terdapat di dalam prosesi tersebut.

Perihal bacaan khutbah nikah dan doanya, beliau memberikan penjelasan tentang hukumnya.

Sebagaimana dijelaskan dalam Al Minhaj 2000 jus IX halaman 230, Imam Abu Al Husain Alyamani menunjukkan hukum khutbah dalam pernikahan itu sunnah.

Kesunahan ini dapat melengkapi prosesi tersebut. Yakni memberikan nasihat yang sangat bermanfaat bagi siapa saja yang mendengarkannya. Khususnya bagi kedua calon mempelai yang hendak melangsungkan pernikahan, hendak membina keluarga baru.

Mengenai orang yang berkhutbah, itu bisa dilakukan oleh siapa saja. Di antaranya ialah wali, mempelai pria, orang lain atau pun petugas Kantor Urusan Agama (KUA).

Kebanyakan, khutbah nikah ini biasanya dibacakan oleh petugas KUA atau seseorang yang menikahkan calon pengantin. Khutbah akan dibaca secara ringkas. Setelah itu, dilanjutkan dengan prosesi akad nikah (ijab qobul) sebagai tanda mempelai mulai mengikat diri dalam balutan pernikahan. Sehingga kedua mempelai sah menjadi sepasang suami istri.

Bacaan dan Do’a Khutbah Nikah

Khutbah nikah Bahasa arab seringkali dipilih. Selain sudah memenuhi kesunahan, bacaannya juga lebih ringkas sehingga tidak memakan waktu yang cukup lama.

Mengenai lafadz bacaannya adalah sebagai berikut.

Bacaan Khutbah Pernikahan Dalam Bahasa Arab

 اَلْحَمْدُ لِلهِ الَّذِى خَلَقَ مِنَ اْلمَاءِ بَشَرًا فَجَعَلَهُ نَسَبًا وَصِهْرًا وَكَانَ رَبُّكَ قَدِيْرَا وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَاشَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، اَللهم صَلِّ وَسَلِّمْ عَلىٰ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ أَفْضَلُ الْخَلْقِ وَاْلوَرَا وَ عَلىٰ اٰلِهِ وَصَحْبِهِ صَلَاةً وَسَلَامًا كَثِيْرًا

أَمَّا بَعْدُ فَيَاأَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقِوْنَ قَالَ اللهُ تَعَالٰى فِى كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ: ياَ أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ

وَاعْلَمُوْا أَنَّ النِكَاحَ سُنَّةٌ مِنْ سُنَنِ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: أَمَا وَاللهِ إِنِّى لَأَخْشَاكُمْ لِلهِ وَأَتْقَاكُمْ لَهُ، لٰكِنِّى أَصُوْمُ وَأُفْطِرُ ، وَأُصَلِّى وَأَرْقُدُ وَأَتَزَوَّجُ النِّسَاءَ، فَمَنْ رَغِبَ عَنْ سُنَّتِى فَلَيْسَ مِنِّي وَقَالَ أَيْضًا يَا مَعْشَرَ الشَّبَابِ مَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمُ الْبَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ ، فَإِنَّهُ أَغَضُّ لِلْبَصَرِ وَأَحْصَنُ لِلْفَرْجِ، وَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَعَلَيْهِ بِالصَّوْمِ فَإِنَّهُ لَهُ وِجَاءٌ

وَقَالَ أَيْضًا خَيْرُ النِّسَاءَ إِمْرَأَةٌ إِذَا نَظَرْتَ إِلَيْهَا سَرَّتْكَ، وَإِذَا أَمَرْتَهَا أَطَاعَتْكَ، وَإِذَا غِبْتَ عَنْهَا حَفَظَتْكَ فِي نَفْسِهَا وَمَالِكَ

وَقَالَ اللهُ تَعَالٰى يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُم مِّنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَى وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوْبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوْا إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِندَ اللهِ أَتْقَاكُمْ

وَقَالَ أَيْضًا وَأَنْكِحُوا الْأَيَامَى مِنْكُمْ وَالصَّالِحِيْنَ مِنْ عِبَادِكُمْ وَإِمَائِكُمْ إِنْ يَكُوْنُوْا فُقَرَاءَ يُغْنِهِمُ اللهُ مِنْ فَضْلِهِ وَاللهُ وَاسِعٌ عَلِيْمٌ

بَارَكَ اللهُ لِىْ وَلَكُمْ فِى اْلقُرْآنِ الْعَظِيْمِ. وَنَفَعَنِىْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلأَيَاتِ وَالذِّكِرِالْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ مِنِّىْ وَمِنْكُمَ تِلَاوَتَهُ إِنِّهُ هُوَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمِ

أَعُوْذُ بِا للهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُواْ رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُم مِّنْ نَّفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيْرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُواْ اللهَ الَّذِي تَسَاءَلُوْنَ بِهِ وَالأَرْحَامَ إِنَّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا

أَقُوْلُ قَوْلِيْ هٰذَا وَاسْتَغْفِرُوْا اللهَ اْلعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِوَالِدَيَّ وَلِمَشَايِخِي وَلِسَائِرِ الْمُسِلِمِيْنَ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ اْلغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

Isi yang Terkandung Dalam Khutbah Perkawinan

Secara umum, khutbah nikah singkat sudah cukup untuk dibacakan meskipun menggunakan Bahasa arab. Malahan, cukup mendapatkan kesunahan meskipun pendengarnya tidak mengerti artinya. Ini seperti ketika Anda mendengarkan khutbah di hari raya atau pun sholat Jumat.

Mengenai isinya, khutbah ini juga mirip dalam susunannya. Perbedaannya terletak pada nasihat yang terdapat di dalamnya. Tentu saja, nasihat yang dimaksud berupa keadaan yang berhubungan dengan pernikahan.

Di antara isinya meliputi Hamdalah sebagai pujian syukur pada Allah swt. Kemudian, diikuti dengan ucapan dua kalimah syahadat, sholawat atas Nabi SAW, anjuran menambah ketakwaan hingga nasihat pernikahan.

Nasihat ini diambilkan langsung dari ayat suci Alquran maupun hadis. Tentunya, ini memperjelas tentang anjuran menikah bagi seseorang yang telah mampu untuk menjalankannya.

Contoh Teks Khutbah Nikah Bahasa Indonesia

Sebagian orang juga menggunakan Bahasa Indonesia untuk memberi penjelasan yang lebih mudah dipahami. Biasanya, teks ini disertakan setelah melantunkan bacaan yang memanfaatkan teks arab. Sederhananya, ini merupakan bagian dari arti sehingga pendengarnya lebih mudah untuk memahami.

Contoh teks khutbah nikah ini bisa Anda modifikasi. Tetapi, pastikan bahwa susunannya memang sesuai. Karena ini berkaitan dengan mengikuti apa yang dikerjakan orang-orang saleh terdahulu. Contoh teksnya adalah sebagai berikut.

Assalamualaikum Wr. Wb.

Segala puji bagi Allah swt yang telah mencurahkan rahmat dan taufiqnya sehingga Kita semua dapat hadir di majelis yang Insyaallah penuh keberkahan. Yakni hadir dalam rangka menghadiri undangan serta memberikan doa atas pernikahan mempelai (sebut nama mempelainya).

Sholawat serta salam tak luput Kita haturkan ke hadirat Nabi Muhammad saw yang telah membawa kita dari jalan yang gelap gulita ke jalan yang terang benderang. Yakni agama Islam yang terpilih. Biqoulina Allohumma sholli ala sayyidina Muhammad.

Yang Kami muliakan para kyai atau ulama. Yang Kami sayangi kedua mempelai. Yang Kami hormati, para tamu undangan.

Di sini, Kami ingin menyampaikan sedikit nasihat yang semoga bisa bermanfaat. Khususnya bagi kedua mempelai yang akan membina rumah tangga ke depannya.

Pertama kalinya, nikah merupakan salah satu sunah Nabi saw. Siapa pun yang mengikuti sunahnya, itu berarti mencintai nabinya. Dan Nabi sangat bangga ketika memiliki umat yang jumlahnya banyak.

Kedua kalinya, nikah juga menjadi salah satu sarana untuk menjaga kehormatan. Ketika kalian sudah memiliki kemampuan untuk memberi nafkah, hendaklah menikah. Karena, menikah dapat menundukkan pandangan sekaligus menjaga kemaluannya.

Ketiga kalinya, menikah juga dapat membentuk keluarga yang baik. Nasabnya lebih jelas. Dan tentu saja itu dapat dipertanggung jawabkan.

Dengan menikah dengan jalan yang bagus, terbentuklah keluarga yang baik pula. Keturunan yang didapatkannya juga sangat baik. Setidaknya, menikah juga dapat mencegah dari hal yang mungkar.

Sewaktu menikah, perlakukan pasanganmu dengan baik. Binalah keluarga yang baik sehingga mampu melahirkan ketenteraman. Tentunya mendapatkan keredaan Allah swt.

Itulah nasihat yang bisa Kami berikan. Semoga menjadi pengingat sekaligus menjadi bekal untuk berumah tangga yang penuh kebahagiaan, dan penuh keberkahan.

Mohon maaf atas segala khilaf, karena kesempurnaan hanya milik Allah. Akhir kata, wassalamualaikum Wr. Wb. Kesimpulannya, khutbah nikah hukumnya sunah. Bisa dibawakan oleh siapa saja baik dengan lafadz bahasa Arab ataupun Indonesia. Dan khutbah ini dilakukan sebelum akad nikah dilangsungkan.

Leave a Comment