Lamaran Nikah: Persiapan dan Susunan Acaranya

Masa di mana kamu sudah memantapkan hati, serius melangsungkan lamaran nikah. Namun kamu masih bingung apa dan dari mana persiapannya ?

Tepat ! kamu mendarat di artikel yang tepat. Karena tujuan akhir setelah kamu baca artikel ini, kamu paham, ngerti semua hal tentang lamaran pernikahan. Dari mulai persiapan hingga tata cara serta urutan pelaksanaannya.

Oya, sebelum menuju pembahasan urutan prosesi lamaran, ada sedikit hal yang harus kamu pahami mengenai lamaran pernikahan.

Sebelum prosesi lamaran, hendaknya kedua calon sudah saling bertemu, berkenalan dan paham satu sama lain (tentunya hal ini dilaksanakan dengan disertai mahram). Dalam Islam hal ini dikenal dengan istilah ta’aruf. Dari proses ta’aruf ini kedua calon bisa menentukan, bisa menseleksi, apakah saling cocok atau tidak.

Jika sudah saling cocok, selanjutnya ayah atau wali dari pihak wanita bersedia atau tidak putrinya untuk dilamar. Jika memang bersedia, barulah kemudian prosesi lamaran dilangsungkan.

Jadi acara lamaran pernikahan ini sebagai prosesi resmi bahwa si pria berkomitmen untuk menikahi si wanita. Juga sebaliknya, pihak wanita berkomitmen untuk dinikahi si calon pria dan menutup diri dari pria lain yang ingin menikahinya.

Ketika lamaran pernikahan dilangsungkan, sudah tidak ada lagi istilah seleksi, memilih cocok atau tidak, karena hal ini adanya di level ta’aruf. Dan sekali lagi, di tahap lamaran, yang ada adalah komitmen siap nikah hingga waktu akad yang sudah ditentukan kedua belah pihak.

lamaran nikah

Sudah paham dengan hakikat lamaran ? Baik…langsung saja, berikut step by step acara lamaran pernikahan.

1. Menyiapkan Budget Lamaran (Sederhana Saja)

persiapan budget anggaran lamaran pernikahan

Untuk saat ini (saat tulisan ini publish di awal 2021), lamaran dengan budget 2.5 juta sudah cukup. Estimasinya adalah:

  1. Untuk parcel seserahan (buah dan kue) kisaran Rp.500.000,-
  2. Kado/ seserahan lamaran (isi barang-barang umum) sekitar Rp.500.000,-
  3. Konsumsi acara lamaran estimasi Rp.1.500.000,-

Ya, saran terbaik dari kami, untuk lamaran sebaikanya sederhana saja. Tidak usah kelewat mewah.

Jika kamu tetep ngotot ingin mewah, lebih baik mewah saat resepsi pernikahan nanti.

Yaitu, dengan mengundang lebih banyak tamu undangan saat resepsi. Mengundang lebih banyak tamu undangan artinya kamu membagikan momen bahagia ke lebih banyak orang. Ini lebih dianjurkan.

Ketika persiapan lamaran nikah sudah ok, sudah kamu siapkan, selanjutnya kamu perlu tahu bagaimana tata acara, alur proses lamaran pernikahan.

2. Menyiapkan Seserahan Lamaran

Source: thehive.asia

Seperti halnya pernikahan, dalam hal lamaran selain aturan-aturan pokok dalam Islam yang wajib diikuti, biasanya juga ada aneka tambahan adat istiadat.

Selama adat istiadat tidak bertentangan dengan hukum Islam, itu tidak masalah. Hukumnya mubah saja.

Salah satu adat yang sudah umum di Indonesia adalah adanya seserahan lamaran. Berikut isi seserahan lamaran yang umum di Indonesia:

  1. Makanan/ Kue-Kue Tradisional. Jenis kue atau makanan tradisional biasanya berupa jenang/ dodol, lemper, kue lapis. Dan untuk masyarakat betawi adalah roti buaya. Namun semua itu kita kembalikan ke adat masing-masing.
  2. Buah-Buahan. Ini sering digunakan sebagai hantaran/ seserahan saat lamaran. Umumnya adalah buah anggur, apel, jeruk dan pisang.
  3. Barang-barang yang sifatnya umum sebagai hadiah. Ini semisal tas, sepatu, jilbab atau barang-barang lain yang sifatnya umum sebagai hadiah untuk si calon istri.

Selain menjelaskan apa saja isi seserahan lamaran, kami juga akan menjelaskan hal yang lebih penting.

Yaitu, perbedaan isi seserahan lamaran dan pernikahan.

Ini supaya kamu tidak salah mengirim isi seserahan nikah di saat baru lamaran. Berikut perbedaannya…

7 Perbedaan Seserahan Lamaran dan Pernikahan

  1. Saat seserahan lamaran, biasanya ada hantaran kue seperti kue dodol/ jenang, lemper dan kue lapis. Kue-kue ini biasanya jarang ada ketika seserahan pernikahan. Untuk betawi, roti buaya selalu ada, baik saat lamaran ataupun pernikahan
  2. Buah-buahan jarang dijadikan seserahan pernikahan. Umumnya digunakan sebagai seserahan lamaran.
  3. Seperangkat alat sholat biasanya tidak ada di seserahan lamaran. Adanya saat seserahan pernikahan.
  4. Cincin dan kalung dan perhiasan umumnya digunakan saat pernikahan. Bukan saat lamaran.
  5. Daun suruh/ sirih umumnya disertakan saat seserahan pernikahan. Bukan saat seserahan lamaran.
  6. Peralatan mandi dan kosmetik. Ini seringnya sebagai seserahan pernikahan, bukan lamaran.
  7. Seperangkat alat tidur (bantal, guling, seprai). Ini biasanya ada saat seserahan pernikahan bukan lamaran.

Perbedaan antara seserahan lamaran dan pernikahan, sebetulnya mudah dinalar dengan logika sederhana.

Di mana untuk lamaran, biasanya seserahan berupa makanan atau barang yang sifatnya umum.

Sedang untuk pernikahan, seserahan biasanya barang-barang untuk kebutuhan keseharian dan ke-romantisan si pengantin baru setelah menikah.

3. Calon Mempelai Pria Mendatangi Calon Mempelai Wanita

mempelai pria mendatangi calon wanita - prosesi lamaran nikah
Source: thehive.asia

Setelah semua persiapan dilakukan, calon mempelai pria beserta rombongan keluarga besarnya mendatangi kediaman si calon mempelai wanita.

Calon mempelai wanita juga siap menunggu bersama keluarga besarnya juga.

Namun biasanya, selain keluarga inti dan keluarga besar dari kedua belah pihak, ikut serta juga beberapa tetangga yang diajak untuk mengikuti prosesi acara lamaran pernikahan.

4. Pembukaan Acara Lamaran Nikah Disertai Do’a

Sesampainya rombongan calon mempelai pria ke kediaman calon pengantin wanita, MC yang ditunjuk akan membuka acara.

Kemudian disertai do’a, agar acara lamaran berlangsung lancar dan sukses.

5. Acara Inti Lamaran (Pengutaraan Maksud Tujuan Kedatangan Calon Pria)

Acara Inti Lamaran pernikahan
Source: thehive.asia

Setelah pembukaan, selanjutnya si calon mempelai pria melalui perwakilan yang ditunjuk oleh keluarga mengutarakan maksud dan tujuan kedatangan mereka.

Tipsnya di sini adalah segera ungkapkan dengan jelas bahwa maksud kedatangan rombongan mempelai pria adalah untuk melamar si calon mempelai wanita. Jangan bicara muter-muter tanpa ujung yang jelas !

6. Balasan Jawaban Dari Calon Mempelai Wanita

Jawaban Dari Calon Mempelai Wanita-prosesi lamaran
Source: thehive.asia

Setelah mendengar maksud dan tujuan kedatangan calon mempelai pria, perwakilan dari mempelai wanita memberikan jawabannya, apakah lamaran di terima atau tidak.

Seyogyanya, lamaran diterima.

Inilah pentingnya proses ta’aruf dan nadzor sebelumnya. Sebelum acara lamaran diadakan.

Ketika di proses ta’aruf dan nadzor sudah saling cocok, maka di proses lamaran ini lebih kepada memberi kepastian dan komitmen untuk berlanjut ke jenjang pernikahan.

7. Pemberian Seserahan Lamaran Nikah

Pemberian Seserahan Lamaran Nikah
Source: thehive.asia

Setelah acara inti lamaran pernikahan, di mana si pihak calon wanita secara resmi menerima lamaran pihak pria, selanjutnya dilakukan pemberian seserahan lamaran dari pihak pria ke pihak wanita.

8. Pengenalan Keluarga (Baik Dari Calon Pria Maupun Wanita)

Di acara ini, biasanya sambil mulai makan hidangan ringan atau kue-kue an, pihak pria mengenalkan masing-masing anggota keluarganya.

Dari mulai ayah, ibu, kakak, adik, paman, bibi dan keluarga besar lainnya yang ikut di rombongan.

Hal ini juga dilakukan sebaliknya, pengenalan keluarga besar dari pihak mempelai wanita.

Ingat ! ketika kita menikah kita bukan hanya menikahi istri atau suami kita saja. Tetapi kita juga harus memper-saudara-i anggota keluarganya.

9. Acara Makan-Makan dan Ramah Tamah

Setelah acara lamaran dan pengenalan anggota keluarga selesai selanjutnya si MC mempersilakan untuk menikmati hidangan yang (biasanya) disediakan pihak mempelai wanita.

Untuk biaya konsumsi ditentukan oleh kesepakatan antara pihak pria dan wanita.

Yang perlu diperhatikan saat menyiapkan konsumsi, sebaiknya sebelum acara lamaran, pihak wanita menanyakan berapa jumlah anggota rombongan pihak pria. Ini agar konsumsi yang disediakan tidak kurang. Juga tidak terlalu banyak berlebih.

10. Penutupan Acara Lamaran Perkawinan dan Do’a

Setelah acara ramah tamah dan makan-makan, selanjutnya si MC menutup acara lamaran perkawinan.

Acara ini disertai do’a penutup. Biasanya do’a yang dikumandangkan adalah agar kedua mempelai tetap sehat terjaga hingga langgeng sampai acara akad nikah nanti.

FAQ Seputar Lamaran Pernikahan

1. Dalam Islam, Perlukah Lamaran Pernikahan ?

Nabi SAW menganjurkan untuk melamar terlebih dahulu sebelum melangsungkan pernikahan.

Yang perlu kamu tahu, yang namanya lamaran dilakukan oleh pihak pria kepada pihak wanita. Bukan sebaliknya.

Beberapa alasan mengapa dianjurkan untuk melakukan lamaran pernikahan adalah:

Dalam Islam tidak mengenal konsep pacaran. Ketika seorang pria suka terhadap wanita dan serius ingin menjadikannya istri, maka yang dilakukannya adalah menanyakan ke orang terdekat si wanita. Apakah dia masih kosong (sudah ada yang melamar atau belum).

Jika belum ada yang melamar, maka si pria tersebut boleh melamar si wanita.

Nabi SAW menganjurkan agar sebelum melamar, si pria melihat si wanita terlebih dahulu, yang dibolehkan bagian muka dan telapak tangan (menurut mayoritas ulama).

Dengan melihatnya, maka si pria benar-benar tahu kondisi/ rupa fisik wanita yang akan dijadikan istrinya.

Dengan keterangan di atas, dapat disimpulkan bahwa melamar memiliki faedah, yaitu:

  • Tahu apakah si wanita sedang kosong (belum ada yang ngelamar)
  • Juga tahu rupa fisik si wanita

Ingat ! ini semua karena dalam Islam tidak mengenal istilah pacaran.

Jadi tidak mungkin bagi pria untuk mengetahui si wanita apakah dia sedang kosong, bagaimana rupa fisiknya, bagaimana kondisi keluarganya, kecuali dengan cara melakukan ta’aruf dan melihat si wanita sebelum melakukan lamaran pernikahan.

Mengenai melihat si calon dan ta’aruf, akan diulas lebih lanjut di bab-bab berikut.

2. Apa Yang Harus Dilakukan Pria Sebelum Melamar ?

Sebagaimana sudah kami singgung sedikit di awal artikel, bahwa ketika kamu sudah melamar, maka artinya kamu sudah komitmen untuk menikahi si calon.

Kata komitmen sengaja kami tebalkan, karena kadang hal ini masih ada beberapa orang di masyarakat yang belum paham. Beberapa calon pengantin menganggap proses melamar adalah proses memilih.

Bukan saudara-saudara !

Ketika proses lamaran sudah dilangsungkan itu artinya sudah tercipta komitmen resmi (untuk menikah), tidak ada pilihan lagi !

Untuk menentukan apakah kedua calon cocok atau tidak bisa, seyogyanya seorang pria melakukan 2 hal ini:

  1. Ta’aruf
  2. Nadzor/ Melihat

Dan berikut penjelasan lengkap mengenai kedua hal tersebut:

1. Ta’aruf.

Nah, di ta’aruf inilah proses menimbang dan memilih. Ta’aruf penjelasan gampangnya adalah proses saling mengenal antara si pria dan wanita.

Tata caranya yaitu bertemu langsung antara si pria dan wanita. Kemudian saling mengenal, saling diskusi, saling bertanya hal-hal yang ingin diketahui baik dari pihak pria ataupun wanita.

Misal saling menanyakan apa kerjaan sekarang, pendidikan, tentang keluarga kedua belah pihak, kebiasaan, visi misi hidup..dll.

Ta’aruf bisa dilakukan di kediaman si wanita ataupun di tempat netral. Saat ta’aruf tidak boleh hanya berdua, tapi si wanita harus didampingi dengan mahramnya.

2. Nadzor. Nadzor artinya melihat. Maksudnya si pria melihat fisik si calon wanita. Hal-hal yang boleh dilihat dari wanita (sesuai ijma’ ulama) adalah bagian wajah dan telapak tangan.

Jadi bagi wanita yang bercadar, ketika proses nadzor maka dia hendaknya membuka cadarnya agar bisa dilihat pihak pria.

Dengan melakukan 2 hal ini, yaitu ta’aruf dan nadzor, baik pihak pria ataupun wanita benar-benar tahu rupa fisiknya, kepribadiannya, kebiasaannya, visi misi hidupnya, latar belakang keluarganya…dll.

Yang kesemua itu bisa dijadikan bahan pertimbangan untuk memutuskan apakah cocok atau tidak dengan kriteria dari masing-masing pihak, pria ataupun wanita.

Jika keduanya cocok, maka bisa berlanjut ke proses lamaran nikah.

Kesimpulannya: Fungsi Ta’aruf dan Nazdor sebagai proses memilih, menseleksi, apakah calon sesuai dengan kriteria atau tidak, cocok atau tidak. Kalau saling cocok, bisa lanjut ke jenjang lamaran.

Perhatikan ! menikah adalah fase hidup jangka panjang. Jangan salah dalam menentukan pasangan. Kamu bisa pantengin artikel ini Kriteria (Penting) Memilih Calon Suami atau Istri

3. Apakah Tunangan dan Lamaran Berbeda ?

Kalau berdasarkan adat dan keumuman di dunia barat (yang kemudian banyak diikuti di Indonesia), antara tunangan dan lamaran berbeda.

Tunangan lebih ke janji setia akan menjadi suami istri. Sedang lamaran adalah prosesi resmi meminta si wanita untuk menjadi calon istri si pria.

Namun dalam Islam, tidak mengenal perbedaan tersebut.

Intinya dalam Islam dianjurkan untuk melakukan khitbah (meminang/ melamar). Yaitu menanyakan dan meminta kesediaan si wanita (melalui walinya) untuk dinikahi.

4. Apa Saja Syarat Lamaran Nikah Menurut Islam ?

Dalam Islam, ada beberapa syarat dalam melamar yang harus dipatuhi. Seperti…

  • Hanya boleh melamar wanita yang tidak sedang dilamar pria lain
  • Melamar wanita yang tidak dalam masa iddah (masa tunggu janda untuk menikah lagi setelah cerai atau ditinggal mati suami sebelumnya)
  • Hanya boleh melamar wanita yang halal untuk dinikahi

Perihal wanita yang tidak halal (haram) dinikahi, bisa kamu baca di artikel: Deretan Wanita Yang Haram Dinikahi

5. Apakah perlu tukar cincin saat lamaran ?

Kalau dalam Islam sendiri tidak ada acara tukar cincin. Jikapun ini diadakan ini hanyalah karena adat istiadat belaka.

Bahkan untuk masalah tukar cincin, Syaikh Shalih Fauzan mengatakan yang intinya bahwa tukar cincin bukan kebiasaan dari umat muslimin. Bahkan hal yang lebih gawat jika meyakini dengan bertukar cincin akan menjaga keharmonisan dan kelanggengan hingga akad nikah.

Kenapa gawat ? karena hal ini bisa menjatuhkan seorang muslim kepada kesyirikan. Karena yang menentukan keharmonisan dan sampai tidaknya si calon mempelai ke akad nikah adalah Allah SWT, bukan cincin.

Lagi pula, cincin lamaran biasanya dari emas, pria muslim diharamkan memakai perhiasan dari emas.

6. Apakah boleh berduaan setelah lamaran ?

Lamaran hanyalah suatu bentuk komitmen antara pihak pria dan wanita untuk berlanjut ke akad nikah. Keduanya belum resmi menjadi pasangan yang halal.

Untuk itu berduaan tanpa mahram antara si pria dan wanita tidak diperbolehkan.

7. Kapan idealnya jarak lamaran dengan akad nikah ?

Sebetulnya tidak ada aturan khusus baik dari agama maupun negara berapa jarak/ jeda waktu antara lamaran hingga akad nikah.

Namun, kita semua tahu, kedua calon mempelai tentu sudah dirundung rasa rindu (ngebet pengen berduaan). Untuk itu demi mencegah dampak-dampak negatif, akan lebih baik jika mensegerakan akad nikah.

Tapi tentunya hal ini juga diikuti beberapa pertimbangan seperti penyiapan biaya, mungkin juga pekerjaan, pendidikan..dsb.

Demikianlah uraian yang cukup lengkap mengenai lamaran nikah. Semoga kamu clear dan tahu apa dan bagaimana menyiapkan lamaran pernikahan.

Leave a Comment