Nikah Muda: Manfaat atau Mudharat ?

Nikah muda, seringkali menjadi polemik. Apakah sebaiknya dilakukan atau tidak.

Masing-masing pihak (baik yang mendukung atau melarang) memberi argumentasinya. Bagi pasangan yang hendak nikah mudah, hal ini tentu bikin bingung.

Mana di antara kedua pihak yang layak diikuti ? Apakah terus jalan buat nikah muda atau menundanya hingga merasa usia sudah cukup tua.

Setelah membaca postingan ini, kita harap kamu bisa dapat insight yang bisa membuat kamu lebih clear dalam mengambil keputusan. Apakah mau nikah muda atau menundanya.

Berapa Usia Yang Masuk Pengertian Nikah Muda

nikah muda

Sebagian orang sering bicara tentang nikah muda. Tapi apakah dia benar-benar paham apa yang dimaksud nikah muda ?

Berapa sih batasan usia nikah muda ?

Jika kita tanya kepada tiap orang, tentu jawabannya berbeda-beda. Tergantung adat istiadat, budaya dan kebiasaan di mana orang tersebut tinggal.

Di postingan ini, pengertian nikah muda kami ambil dari sumber terpercaya. Yang bisa dikatakan memiliki otoritas untuk menentukan definisi dari nikah muda.

Berikut definisi nikah muda dari UNICEF ataupun Pemerintah melalui undang-undang perkawinan.

Menyatakan bahwa maksud nikah muda adalah pernikahan antara pria dan wanita, di mana salah satunya atau keduanya berumur 18 tahun atau kurang.

UNICEF

Nikah muda adalah pernikahan di mana salah satu atau kedua pasangan berumur 21 atau kurang.

UU Perkawinan No.1 Tahun 1974

Dari kedua definisi di atas, sudah jelas bukan batasan usia nikah muda ?

Bagaimana Nikah Muda Menurut Pandangan Islam ?

Untuk menjawabnya, tentu harus orang yang memiliki kapasitas keilmuan. Dan tentunya ini dibutuhkan seorang ulama, yang memang mengerti hukum-hukum Allah dan Rasul-Nya.

Di bawah ini kutipan (yang kami ringkas) dari nasihat salah satu Ulama Besar Arab Saudi, Syaikh Sholikh Fauzan bin Abdillah Al-Fauzan (hafidzohullah):

وَالَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ

Dan orang-orang yang berkata: Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami istri-istri kami dan keturunan kami sebagai penyejuk pandangan mata (penyenang hati)

(QS. Al-Furqan : 74)

Ayat di atas menjelaskan bahwa istri dan anak adalah penyejuk mata/ penyenang hati.

Allah SWT menjanjikan bahwa dengan menikah akan membuat hati tentram. Untuk itu pemuda dianjurkan segera menikah agar mendapatkan ketenangan jiwa.

Selain itu, Allah juga menjadikan anak (keturunan) sebagai hiasan di kehidupan dunia ini. Dan anak merupakan salah satu kesenangan bagi orang tua, sebagaimana seseorang juga senang terhadap harta.

Bukan hanya di dunia, anak juga bisa menjadi investasi bagi orang tua di akhirat kelak. Tentu jika anak kita adalah anak yang soleh atau solehah.

Bukankah kita ketika mencari harta juga umumnya ingin segera mendapatkanya ? tapi mengapa untuk mendapatkan anak (yang juga sama seperti halnya harta-sama sama sumber kebahagiaan) kita tidak mau mensegerakan ?

Manfaat Menikah Muda

Dari kutipan nasihat Syaikh Sholikh Fauzan, dapat disimpulkan bahwa mensegerakan menikah (nikah muda), memiliki setidaknya 3 manfaat utama:

  1. Segera menikah membuat pemuda menjadi lebih tenang jiwanya, terutama dengan kehadira istri dan anak yang menjadi penyejuk hatinya
  2. Segera nikah, lebih memungkinkan segera mendapatkan anak. Adanya anak sebagai sumber kebahagian di dunia dan investasi di akhirat

Motivasi Menikah Muda

Selain apa yang disebutkan di atas, menikah muda juga memiliki beberapa manfaat lainnya, sehingga bisa memotivasi pemuda dan pemudi untuk melaksanakannya.

Diantara hal-hal / manfaat-manfaat yang bisa memotivasi para pemuda untuk segera menikah adalah:

  1. Menghindari dosa pergaulan bebas (di mana sekarang cukup susah dihindari para muda mudi)
  2. Hamil lebih sehat di usia muda
  3. Lebih berpeluang memiliki banyak anak
  4. Di usia muda, wanita lebih mudah dibentuk, dibina dan dididik daripada wanita yang sudah berumur atau kelewat matang
  5. Wanita dengan usia muda lebih menerima kondisi suaminya yang belum begitu mapan, lebih qonaah
  6. Lebih cepat mendewasakan seorang pria, karena dibebani dengan tanggung jawab
  7. Nikah di usia muda, menjadikan hidup lebih berwarna sehingga menjadi pengalaman indah ketika nanti sudah punya anak cucu

Itulah beberapa hal yang bisa memotivasi para pemuda untuk segera menikah.

Benarkah Nikah Muda Banyak Mudharatnya ?

Banyak yang takut ketika nikah di usia muda. Alasannya berbagai macam. Salah satunya fakta beberapa artis yang gagal nikah di usia muda.

Selain itu banyak yang beralasan bahwa nikah muda menghambat karir seorang wanita, bisa menghentikannya dari mendapatkan jenjang pendidikan yang tinggi.

Selain itu, nikah muda disinyalir berpotensi menimbulkan banyak konflik dikarenakan belum mampunya si pria dalam masalah ekonomi.

Jadi berikut beberapa argumen untuk menjawab semua keraguan dengan beberapa fakta tersebut:

Pertama, beberapa artis gagal nikah muda. Dalam menilai kasus ini sungguh tidak adil.

Coba lihat, banyak juga artis yang menikah di usia matang tapi gagal juga.

Jadi masalahnya bukan karena usianya yang dijadikan kambing hitam kegagalan pernikahan. Tapi memang ada faktor lain yang jadi penyebab perceraian di antara artis.

Kedua, Nikah muda menghambat karir atau pendidikan si wanita/ pria. Dugaan ini juga tidak sepenuhnya benar. Toh banyak yang tidak menikah tapi karir dan pendidikannya berantakan.

Juga banyak pula (bahkan semua yang penulis kenal -yang nikah muda) sukses di karir dan pendidikannya. Bahkan justru lebih cepat dewasa dalam menghadapi hidup dibanding pria/ wanita lain seusianya.

Ketiga, potensi konflik karena ekonomi. Dalam Islam, menikah dianjurkan bagi pria yang sudah mampu menafkahi.

Jadi patokannya adalah kemampuan menafkahi, bukan usia. Umur tua kalau belum mampu menafkahi, sebaiknya menahan diri dengan berpuasa.

Sebaliknya, meski usia muda, tapi sudah mampu menafkahi, maka tidak ada masalah untuk segera menikah.

Perlu diperhatikan juga, kemampuan menafkahi ini adalah kemampuan untuk memberikan nafkah kebutuhan dasar untuk operasional kehidupan sehari-hari. Tidak perlu harus punya rumah dulu, tidak juga harus punya mobil lebih dulu.

Kesimpulan

Dari penjelasan di atas, tentu kamu sekalian bisa menilai sendiri. Tapi untuk membantumu berpikir lebih jernih, berikut opini dari kami berdasar pembahasan di atas :

Bagi pria muda yang sudah mampu menafkahi, memiliki kematangan dalam berpikir dan bersikap, jika ingin segera menikah maka sebaiknya segera menikah.

Menafkahi di sini tidak harus bisa beli rumah, mobil. Tapi cukup bisa untuk operasional sehari-hari. InsyaAllah jika niatnya ikhlas karena Allah, demi menghindari godaan-godaan, Allah akan memberi keberkahan berupa kecukupan.

Bagi wanita, jika si pria adalah pria yang sholeh, punya kemampuan menafkahi (meski masih minimal), berpikiran dewasa, meskipun usia masih muda, maka tidak masalah untuk segera menerima lamarannya.

Jika kalian masih ragu apakah termasuk pria atau wanita muda yang layak nikah, bisa konsultasikan kepada orang tua atau ustadz yang benar-benar mengenal kalian. Karena mereka bisa lebih objektif dalam menilai, apakah kalian sudah layak menikah atau belum.

Yang lebih penting bukan masalah usia, tapi lebih kepada kemampuan secara mental, sikap, ilmu dan nafkah sebagai patokan untuk memutuskan menikah.

Untuk itu jangan sampai salah pilih calon pasangan, sebaiknya Kamu baca artikel ini : Kriteria Memilih Calon Istri atau Suami Idaman

Demikian semoga bisa membantu kamu yang lagi galau apakah mau nikah muda atau menundanya.

Leave a Comment