7 Persiapan Pernikahan (Plus Checklist Lengkap)

Persiapan pernikahan meliputi 7 tahapan utama, yaitu: Persiapan mental, fisik, restu keluarga, ilmu, biaya, vendor-vendor pendukung acara pernikahan dan administrasi KUA.

Dengan mempersiapakan ketujuh poin di atas, bukan hanya lancar saat menggelar akad dan resepsi pernikahan, tetapi juga akan meningkatkan peluang suksesnya kalian dalam membina rumah tangga pasca nikah.

Kalian akan lebih bisa menangani berbagai halangan dan persoalan yang muncul sebagai keluarga baru, hingga akhirnya bisa mencapai derajat keluarga sakinah mawaddah wa rahmah.

Mengingat amat pentingnya ketujuh poin persiapan pernikahan ini, maka kami berharap agar kalian benar-benar memahaminya. Nah, agar kalian benar-benar bisa paham, kami akan menjelaskannya secara lengkap, panjang dan lebar.

Plus kami juga melengkapi persiapan pernikahan ini dengan checklist, daftar lengkap hal-hal dan segala sesuatu yang harus kalian kerjakan dan sediakan.

Jadi siapkan waktu, buat dirimu relaks (misal dengan ditemani cemilan dan secangkir kopi) dan selanjutnya baca dengan seksama, dengan tempo perlahan, tahap demi tahap semua yang kami jabarkan berikut ini.

7 Tahap Persiapan Nikah

tahapan persiapan pernikahan

1. Persiapan Mental

Tentu kita semua tidak ingin hanya sukses menggelar acara pernikahan saja, namun tentunya juga sukses membangun bahtera rumah tangga.

Untuk bisa sukses dalam menjalankan rumah tangga, para calon pengantin harus benar-benar memiliki kesiapan mental. Beberapa aspek terkait mental yang harus diperhatikan dan dipersiapkan adalah:

  • Kemantapan hati.
  • Harus sadar dan siap untuk memiliki komitmen berat dalam jangka panjang.
  • Siap untuk menjalani hidup yang berbeda dengan saat masih bujang.
  • Harus rela dibatasi karena dengan menikah menimbulkan kewajiban-kewajiban yang terkadang membatasi sebagian kebebasan kita saat masih bujang.
  • Siap bertahan dalam menghadapi kondisi terburuk, misal sedang terpuruk dalam kondisi finansial atau misal salah satu pasangan menderita sakit menahun.
  • Siap menatap masa depan bersama yang masih terlihat abu-abu.

Itulah beberapa dari sekian banyak sikap mental yang wajib kita siapkan sebelum menikah.

2. Persiapan Fisik

Selain mental, fisik seorang calon pengantin juga harus dipastikan dan dipersiapkan. Antar kedua calon pasangan harus saling jujur mengenai kekurangan fisik semisal adanya penyakit bawaan keturunan.

Dan hal terbaik sebelum kedua calon memutuskan untuk menikah, alangkah baiknya melakukan kedua hal ini, yaitu:

  1. Tes Kesehatan
  2. Meningkatkan kondisi fisik sebelum akad nikah

Dengan test kesehatan, akan lebih menjamin transparansi kesehatan masing-masing calon.

Setelah menerima hasil tes kesehatan, masing-masing calon bisa menerima atau tidak, mau lanjut ke jenjang pernikahan atau membatalkan dengan alasan ada salah satu kondisi kesehatan yang menurut salah satu calon tidak bisa ditolerir. Misalnya saja seperti:

  • Calon pria memiliki penyakit kelamin, sehingga si calon wanita tidak mau menikah dengannya.
  • Si calon wanita memiliki rahim bermasalah yang kemungkinan akan susah memiliki keturunan dan si calon pria tidak bisa mentolerir hal ini.
  • Si calon pria memiliki riwayat penyakit keturunan, misal penyakit gila dan si wanita tidak bersedia dengan alasan khawatir jika kelak salah satu anak mereka berpotensi mengidap penyakit yang sama.

Intinya semua kondisi kesehatan masing-masing pasangan harus benar-benar clear dan transparan diketahui kedua belah pihak.

Berdasarkan pertimbangan di atas, maka sebaiknya tes kesehatan dilakukan sebelum acara lamaran pernikahan. Karena acara lamaran adalah acara resmi mengikat sebuah komitmen untuk menggelar akad nikah.

Akan terlalu melukai banyak pihak dan memberi kesan kurang baik jika sudah melangsungkan lamaran, namun kemudian pernikahan dibatalkan akibat hasil tes kesehatan yang tidak bisa diterima oleh salah satu pihak.

Setelah tes kesehatan dan masing-masing calon bisa mentolerir hasilnya yang kemudian memutuskan untuk lanjut ke jenjang lamaran, ada 1 hal lagi yang harus dilakukan.

Masing-masing calon perlu menigkatkan kondisi fisiknya dengan cara seperti olahraga, istirahat, makan teratur dan bergizi, perawatan kulit, serta berbagai gaya hidup sehat.

3. Restu Keluarga

Bagi wanita, restu dari walinya untuk menikah adalah hal yang wajib. Sementara bagi pria, sifatnya tidak wajib.

Meski bagi pria tidak wajib, tetap kami tekankan agar menikah dengan wanita yang mendapat restu dari kedua orang tua. Karena menikah bukan hanya menyatukan antara diri kalian dengan pasangan, tetapi juga menyatukan dua keluarga besar (keluarga kalian dan pasangan).

Akan sangat menyulitkan dan melelahkan jika kalian berharap bisa membangun keluarga yang sakinah mawaddah wa rahmah, sementara kedua orang tua tidak setuju dengan pasangan yang kalian nikahi.

4. Persiapan Ilmu

Menikah dan berkeluarga membutuhkan ilmu. Masing-masing calon harus tahu hak dan kewajibannya sebagai suami atau istri. Untuk itu program pemerintah yang tertuang dalam UU No.16 Tahun 2019 berupa wajibnya mengikuti bimbingan pra nikah, sebaiknya kalian ikuti.

Bimbingan pernikahan ini dilaksanakan selama 2 hari dan setelah mengikutinya dan mendapatkan sertifikat, sebaiknya masing-masing calon juga rajin belajar secara mandiri untuk lebih memperdalam tentang topik-topik pernikahan dan berkeluarga.

Belajar mengenai pernikahan dan cara-cara membangun keluarga sakinah mawaddah wa rahmah bisa lewat buku-buku ataupun mengikuti ceramah-ceramah ustadz-ustadz yang kredibel keilmuannya baik secara langsung ataupun lewat youtube.

5. Persiapan Biaya/ Budget

Bagi sebagian orang, biaya pernikahan ini memang tidak murah. Maka sebelum menentukan ingin menyelenggarakan pesta pernikahan yang seperti apa, kalian harus tentukan dahulu budgetnya.

Memikirkan dan memperhitungkan uang yang tersedia dalam menyelenggarakan pernikahan akan berpengaruh pada persiapan pernikahan. Mulai dari administrasi selama persiapan sampai biaya yang dibutuhkan setelah acara resepsi selesai.

Dana yang diperlukan untuk acara pernikahan ini tidak hanya sebatas sewa tempat, peralatan dan konsumsi, tapi juga make up, gaun pengantin, tim panitia pernikahan yang membantu suksesnya acara dan lain sebagainya.

Adat istiadat apa yang akan dipilih di acara nanti juga akan mempengaruhi anggaran yang akan dikeluarkan nanti. Kalian bisa sesuaikan konsep acara dengan budget yang dimiliki.

Saran terbaik kami untuk budget pernikahan adalah jangan memaksakan diri jika budget tidak mencukupi. Mengingat setelah menikah nanti, ketika mulai membangun keluarga baru, kalian juga butuh biaya operasional kehidupan sehari-hari.

6. Menyiapkan Vendor-Vendor Pendukung Acara Pernikahan

Setelah mempersiapkan biaya pernikahan, langkah selanjutnya adalah kalian harus menghubungi dan meng-kontrak vendor-vendor pendukung acara nikah seperti:

  • Tempat pernikahan (Bisa masjid, aula kelurahan, hotel ataupun gedung-gedung pernikahan)
  • Souvenir dan undangan pernikahan
  • Catering
  • Make up dan gaun pengantin
  • Dll…

Untuk lebih detail, bisa kalian lihat di checklist yang sudah kami persiapkan di akhir artikel ini.

7. Melengkapi Berkas Persyaratan Administrasi KUA

Selain sah secara agama, kami sangat tekankan agar pernikahan kalian juga sah di mata negara. Untuk itu kami tidak menyarankan untuk menikah secara siri, tapi sebaliknya menikahlah secara resmi melalui KUA.

Karena kedepannya, untuk urusan-urusan keperluan kependudukan baik untuk diri kalian maupun anak-anak kalian nanti, akan lebih mudah mengurusnya ketika menikah secara resmi melalui KUA.

Dan untuk menikah melalui KUA ada berkas-berkas yang harus kalian lengkapi demi keperluan administrasinya. Berkas apa saja yang harus disiapkan, bisa kalian lihat di checklist.

Checklist Persiapan Pernikahan

checklist persiapan pernikahan

1. Persiapan Acara Lamaran Pernikahan:

  • Budget lamaran pernikahan.
  • Paket Hantaran/ Seserahan Lamaran.
  • Kue Hantaran Lamaran Pernikahan.
  • Konsumsi Lamaran Pernikahan.

2. Persiapan Pernikahan Secara Umum:

  • Pertemuan antara dua keluarga calon mempelai.
  • Penentuan tanggal akad dan resepsi pernikahan.
  • Penentukan konsep dan model resepsi pernikahan.
  • alokasi budget atau anggaran yang harus dipersiapkan.

3. Administrasi Nikah KUA:

  • Surat pengantar menikah dari RT/RW setempat.
  • Dokumen N1,N2,N3, dan N4 yang bisa diperoleh langsung di kelurahan.
  • Surat Keterangan Belum Menikah yang juga diperoleh dari Kelurahan.
  • Fotokopi KTP.
  • Fotokopi KK.
  • Pas Foto 2×3 dan 3×4 masing-masing 4 lembar.
  • Khusus untuk anggota TNI/Polri ada surat izin kawin dari komandan.
  • Khusus WNA harus ada surat izin dari Kedubes-nya.
  • Surat dispensasi dari pengadilan agama. Ini khusus bagi calon yang berusia di bawah 19 tahun atau bagi pria yang sudah punya istri dan mau menikah lagi (poligami).
  • Fotokopi ijazah terakhir.
  • Surat rekomendasi nikah dari KUA setempat (jika menikah di rumah calon mempelai yang lokasinya di luar tempat tinggal)
  • Materai sebanyak 6 lembar.

4. Akad Nikah:

  • Pahami syarat dan Rukun Nikah.
  • Memastikan siapa yang menjadi wali nikah
  • Memutuskan siapa yang menjadi saksi akad nikah
  • Perawatan tubuh sebelum menikah.
  • Gaun dan jas yang dikenakan saat akad.
  • Mas kawin.
  • Tempat penyelenggaraan akad nikah.
  • Pembawa acara atau MC.
  • Wedding fotografer

5. Resepsi Pernikahan:

Untuk resepsi pernikahan ini, kalian tidak perlu pusing jika sudah menyewa wedding organizer. Namun jika kalian memutuskan mengurus sendiri, berikut yang harus kalian checklist:

  • Konsep pernikahan yang diinginkan.
  • Penentuan daftar tamu (ini harus didahulukan untuk menentukan jumlah souvenir, undangan, kursi tamu undangan, jumlah catering)
  • Undangan.
  • Souvenir.
  • Tempat diselenggarakannya resepsi.
  • Sewa tenda dan dekorasi rumah (jika acara diselenggarakan di rumah).
  • Dekorasi pelaminan.
  • Make Up Artist dan gaun pengantin.
  • Catering.
  • Sound system.
  • Hiburan pengiring acara.
  • Kue pengantin.
  • Buku tamu dan alat tulisnya.
  • Panitia yang ikut mempersiapkan acara pernikahan.
  • Wedding fotografer.

Inilah 7 tahap persiapan pernikahan dengan disertai detail checklist lengkap yang tinggal kalian ikuti. Namun perlu diingat bahwa kalian bisa memodifikasinya sesuai dengan kebutuhan dan konsep pernikahan yang kalian pilih.

Akhir kata, semoga kalian sukses menggelar acara pernikahan dan sukses membina keluarga sakinah mawaddah wa rahmah.

Leave a Comment