Surat Nikah: Tata Cara, Urutan dan Syarat Mengurusnya

Surat Nikah – Pernikahan merupakan salah satu momen yang paling dinantikan oleh setiap pasangan yang ingin membina rumah tangga. Di Indonesia, pernikahan harus sah secara agama dan juga sah di mata hukum negara.

Bentuk dari legalitas (menurut kacamata hukum negara) sebuah pernikahan diwujudkan dalam buku nikah atau akta pernikahan.

Namun, sebelum mendapatkan dokumen tersebut, Kamu harus mengurus beberapa persyaratan pra nikah seperti surat nikah hingga sertifikat layak kawin.

Lebih jauh mengenai sertifikat layak kawin, bisa baca kamu baca di Tutorial Cara Mendapatkan Sertifikasi Pernikahan/ Layak Kawin

Jika Kamu mengurusnya sendiri tanpa bantuan para calo, Kamu bisa menghemat biaya dan lebih memahami alur penyelesaian kelengkapan administrasi pernikahan lainnya.

Biaya pernikahan yang wajib dibayar sebesar 600 ribu rupiah dan langsung di transfer ke bank BUMN terdekat.

Langkah dan Urutan Pengurusan Surat Nikah

surat nikah

Surat nikah yang dibutuhkan sebagai persyaratan wajib bagi pihak calon pengantin perempuan maupun laki-laki berupa:

  1. Surat numpang nikah
  2. Surat Pengantar nikah

Selanjutnya, kedua surat dari kedua belah pihak harus diserahkan ke kantor urusan agama atau KUA agar segera diproses.

Berikut langkah dan urutan proses pengurusannya, yang kami bagi dalam 3 segmen A, B dan C:

A. Surat numpang nikah dari calon pengantin pria

Surat numpang nikah biasanya diperuntukkan bagi calon pengantin laki-laki dan bisa didapat dari kelurahan setempat. Jika Kamu ingin memperoleh surat ini, maka memerlukan beberapa dokumen seperti:

  1. KTP beserta fotokopiannya.
  2. Surat pengantar dari RT atau RW setempat.
  3. Kartu keluarga beserta fotokopiannya.

Setelah 3 dokumen di atas telah terpenuhi, Kamu bisa langsung membawanya ke kantor kelurahan untuk selanjutnya diproses oleh petugas. Kelurahan akan mengeluarkan surat numpang nikah yang akan digunakan untuk persyaratan di pihak calon pengantin perempuan.

Surat yang dikeluarkan oleh pihak kelurahan untuk calon pengantin pria berupa:

  1. Lembaran N1 (surat keterangan untuk menikah)
  2. Lembaran N2 (surat keterangan asal usul calon pengantin laki-laki)
  3. Lembaran N4 (surat keterangan orang tua calon pengantin laki-laki)

B. Surat pengantar nikah dari calon pengantin wanita

Tidak hanya pihak mempelai laki-laki saja yang membutuhkan surat pra nikah, pihak mempelai perempuan pun juga harus membuat surat pengantar perkawinan.

Surat pengantar bisa Kamu dapatkan dengan mudah di kelurahan. Adapun berkas yang diperlukan adalah:

  1. Lembaran N1, N2 dan N4 dari pihak calon suami.
  2. Kartu keluarga dan fotokopiannya
  3. KTP dan fotokopiannya.

Tiga dokumen di atas juga harus dilampiri dengan surat pengantar RT/RW setempat untuk mendapatkan lembaran N1, N2 dan N4 bagi calon pengantin perempuan.

Selain itu, Kamu juga harus melampirkan beberapa dokumen seperti:

  1. Akta kelahiran beserta fotokopiannya
  2. Materai 6000.
  3. Surat pelunasan PBB paling baru.
  4. KTP calon suami beserta fotokopiannya
  5. Kartu keluarga calon suami beserta fotokopiannya.

C. Mengurus Surat Nikah di KUA

Jika syarat surat numpang nikah dan pengantar nikah sudah dipenuhi, langkah selanjutnya adalah mengurus surat nikah di KUA tempat tinggal Kamu.

Ada beberapa dokumen yang wajib Kamu siapkan sebelum datang ke Kantor Urusan Agama.

Dokumen Persyaratan Mengurus Surat Nikah di KUA

  1. Berkas N1, N2 dan N4 dari calon pengantin laki-laki dan perempuan.
  2. KTP dari calon suami maupun istri beserta fotokopiannya.
  3. Kartu keluarga dari calon pengantin pria dan perempuan beserta fotokopiannya.
  4. Akta kelahiran dari calon pengantin perempuan.
  5. Ijazah terakhir dari pihak mempelai perempuan.
  6. Pas foto calon suami dan istri dengan ukuran 4×6 dan 2×3 (masing-masing berjumlah 5 lembar dengan background warna biru).
  7. Materai 6000.

Kamu juga perlu memastikan bahwa semua persyaratan sudah lengkap dan terpenuhi. Hal ini perlu dilakukan karena biasanya masing-masing KUA memberikan persyaratan yang sedikit berbeda.

Setelah Kamu merasa sudah melengkapi berkas sesuai permintaan KUA, Kamu langsung saja membawanya ke kantor dan pihak petugas akan bertanya mengenai informasi tanggal pernikahan, waktu akad hingga mahar yang akan diberikan pihak calon suami kepada calon istri.

Semua data yang sudah sesuai akan segera diproses dan nantinya dibuat menjadi surat nikah. Contoh surat nikah yang sudah diterbitkan biasanya akan memuat beberapa hal.

Hal-Hal Yang Termuat dalam Surat Nikah Yang Sudah Terbit

  1. Bagian atas menginformasikan data diri dari calon pengantin laki-laki (nama, tempat tanggal lahir, umur, agama, pekerjaan, dan alamat)
  2. Dilanjutkan dengan data diri lengkap dari calon pengantin wanita (nama, tempat tanggal lahir, umur, agama, pekerjaan, dan alamat)
  3. Keterangan pernyataan pihak laki-laki jika nama yang disebutkan pada bagian tengah adalah benar-benar istrinya.
  4. Selanjutnya bagian kanan berupa tempat dan tanggal surat dibuat.
  5. Bubuhan nama terang dan tanda tangan dari pihak pengantin pria dan para saksi nikah.

Hal Penting Ketika Mengurus Surat Kawin

Mengurus Surat Kawin

Cara mengurus surat nikah memang melewati banyak proses karena melibatkan kedua belah pihak yakni calon pengantin pria maupun wanita.  Kamu juga perlu memperhatikan beberapa hal penting saat mengurusnya, misalnya:

  • Ketika menyerahkan surat pengantar/numpang nikah, sertakan juga beberapa dokumen seperti KK, KTP dan surat pengantar RT/RW .
  • Berkas N1, N2 dan N4 diproses di kelurahan tempat domisili masing-masing.
  • Usahakan untuk mengurus surat nikah ke KUA lebih awal supaya bisa menentukan jadwal pernikahan yang diinginkan. Jika terlalu mepet, ada kemungkinan Kamu harus mengubah jam akad/ tanggal pernikahan padahal sudah dicetak di undangan.
  • Buku nikah yang sudah dibuat tidak boleh mengandung unsur kesalahan sedikitpun. Artinya, semua data dalam buku nikah harus sesuai. Maka dari itu, biasanya ketika datang ke KUA, Kamu akan menjalani proses wawancara sebagai konfirmasi kesesuaian data kedua calon pengantin.
  • Kamu wajib menyampaikan informasi terkait jam akad, penjemputan penghulu hingga susunan acara ketika akad. Selain itu, Kamu perlu menyiapkan data wali nikah beserta saksi (fotokopi KTP).
  • Penyediaan transportasi bagi penghulu sifatnya tidak wajib, tetapi lebih baik disediakan sesuai kerelaan hati dari keluarga calon pengantin wanita.

Dokumen yang Dipersiapkan Untuk Calon Pengantin Non-Muslim

Syarat-syarat mengurus surat nikah di KUA berlaku bagi seluruh masyarakat Indonesia yang beragama muslim. Namun, berbeda halnya dengan pemeluk non-muslim yang hendak menikah harus mengurus surat ini melalui kantor catatan sipil.

Persyaratan pengurusan secara umum yang diperlukan oleh pasangan non-muslim meliputi:

  • KTP asli dan fotokopi dari kedua calon mempelai.
  • Kartu keluarga asli dan fotokopi dari calon pengantin pria dan wanita.
  • Akta kelahiran calon suami maupun istri.
  • Surat pembaptisan (berlaku untuk umat Katolik)
  • Surat pergantian nama, jika ada (berlaku untuk umat Budha).
  • Surat pengantar RT/ RW wilayah domisili.
  • Surat pengantar pernyataan belum menikah dari kelurahan wilayah domisili.
  • Pas foto mempelai pria dan wanita dengan ukuran 4×6 sebanyak 5 lembar.

Syarat-syarat di atas juga diberlakukan bagi masyarakat yang menganut agama Hindu dan Kristen Protestan.

Setiap warga negara Indonesia yang beragama non-muslim wajib mendaftarkan pernikahannya ke rumah ibadah masing-masing dan kantor catatan sipil.

Mengajukan surat nikah bisa Anda lakukan dengan mudah dan cepat, asalkan tidak terlalu mepet dengan jadwal pernikahan.

Setelah nikah, Kamu akan mendapatkan buku nikah, tapi sebelumnya harus Kamu siapkan sebagai persyaratan. Tengok artikel Semua Hal Tentang Buku Nikah

Surat perkawinan ini bisa didapatkan melalui KUA bagi masyarakat yang beragama muslim maupun dari kantor catatan sipil bagi masyarakat non muslim.

Leave a Comment