9 Syarat Saksi Nikah dalam Islam

Salah satu syarat akad nikah adalah menghadirkan saksi. Nah, dalam hal ini jumlah saksi yang harus dihadirkan minimal dua orang. Tetapi ada hal penting lain yang harus kamu catat, yaitu berkaitan dengan syarat saksi nikah.

Tidak semua orang bisa dijadikan sebagai saksi nikah. Ada persyaratan tertentu yang harus dipenuhi untuk bisa menjadi saksi nikah. Di mana jika ada syarat yang tidak dipenuhi maka harus dicari penggantinya.

Di dalam kitab al-Fiqhul Islami wa Adillatuhu, menurut Syeikh Wahbah Az-Zuhaili setidaknya ada 9 syarat menjadi saksi akad nikah.

1. Saksi Nikah Harus Berakal Sehat

Seseorang yang ditunjuk sebagai saksi akad nikah harus berakal sehat. Artinya orang gila dan sejenisnya tidak sah jika ditunjuk untuk menjadi saksi akad nikah.

2. Saksi Nikah Harus Baligh

Seorang yang menjadi saksi nikah harus sudah baligh. Artinya meskipun sudah tamyiz sekalipun tetap tidak sah untuk dijadikan saksi nikah sebelum baligh. Apalagi anak kecil.

3. Saksi Nikah Harus Al-Ta’addud atau Berjumlah Minimal Dua Orang

Syarat menjadi saksi nikah ketiga ini berkaitan dengan jumlah saksi akad nikah. Minimal jumlah saksi akad nikah yaitu dua orang. Hal ini berdasarkan dari Hadis yang diriwayatkan oleh Imam Daruquthni. Dalam Hadis tersebut Nabi SAW bersabda yang artinya: “Tidak sah sebuah pernikahan tanpa wali dan dua orang saksi yang adil”.

4. Saksi Nikah Harus Laki-Laki

Menurut jumhuru Ulama, baik Syafiiyah, Malikiyah, maupun Hanabilah, semua yang ditunjuk sebagai saksi dalam pernikahan harus laki-laki. Artinya perempuan tidak diperbolehkan untuk menjadi saksi nikah.

Berbeda dengan pendapat para Ulama Syafiiyah, Malikiyah, maupun Hanabilah, menurut ulama Hanafiyah perempuan tetap sah dijadikan sebagai saksi akad nikah. Dalam hal ini dua perempuan dan satu laki-laki sudah memenuhi syarat dijadikan sebagai saksi nikah.

Meskipun demikian, semua ulama sepakat jika semua saksi adalah perempuan maka nikahnya dikatakan tidak sah. Baik itu dari ulama Syafiiyah, Malikiyah, Hanabilah, maupun Hanafiyah.

Demi kehati-hatian, lebih utama jika menghadirkan 2 saksi nikah berjenis kelamin laki-laki. Karena syarat ini merupakan pendapat jumhur atau mayoritas ulama.

5. Saksi Nikah Harus Merdeka

Maksudnya bukan merdeka dari penjajahan ya. Tapi seseorang yang akan ditunjuk sebagai saksi nikah haruslah merdeka. Artinya budak atau hamba sahaya tidak memenuhi syarat untuk dijadikan sebagai saksi dalam pernikahan.

6. Saksi Nikah Wajib Adil

Adil yang dimaksud bukan adil sama rata ya, tetapi maksudnya seorang yang dijadikan wali secara lahir tampak sebagai orang yang taat dalam menjalankan aturan agama. Secara lahir juga tidak tampak sebagai pelaku dosa besar.

7. Saksi Nikah Harus Beragama Islam

Untuk syarat menjadi saksi nikah yang ketujuh ini pun sudah menjadi kesepakatan seluruh ulama. Artinya dua orang laki-laki yang ditunjuk sebagai saksi dalam sebuah pernikahan harus beragama Islam.

8. Saksi Nikah Harus Bisa Melihat

Menurut kebanyakan ulama Syafiiyah, saksi nikah harus bisa melihat. Artinya orang buta tidak sah untuk dijadikan sebagai saksi nikah.

9. Saksi Nikah Harus Mendengar dan Paham

Dalam hal ini dua orang yang ditunjuk sebagai saksi nikah harus mendengar dan juga paham terhadap ijab dan qabul yang dikatakan aqidain atau wali dan juga orang yang menerima akad nikah atau pengantin laki-laki.

Artikel Penting Terkait:

Syarat Sah dan Rukun Pernikahan dalam Islam

Wali Akad Nikah: Jenis, Urutan dan Persyaratan

Untuk syarat saksi nikah ini memang ada sedikit perbedaan diantara para ulama. Misalnya saja terkait dengan jenis kelamin dari saksi nikah. Namun secara garis besar rata-rata ulama empat madzhab memiliki pendapat yang sama.

Itulah 9 syarat yang harus dipenuhi oleh seseorang yang menjadi saksi nikah. Artinya jika memang ada beberapa persyaratan yang belum terpenuhi, ada baiknya untuk dicarikan penggantinya saja. Tentunya yang memenuhi 9 syarat saksi nikah di atas tadi.

Leave a Comment